Sekali lagi linux yang menjadi pilihan saya sebagai server yang saya gunakan sampai saat ini. Yang menjadi pertanyaan mengapa harus Linux ..???, mungkin saya hanya mengupas beberapa alasan mengapa saya memakai server berbasis linux .
- Bebas
Seperti yang kita ketahui Linux
adalah perangkat lunak yang Opensource dan bersifat ”bebas” dengan kata lain
menggunakan ”lisensi bebas”.
- Lupakan Virus
Linux hampir tidak memiliki Virus,
bukannya tidak mungkin linux terserang
virus, hanya saja linux membuatnya sangat sulit terjadi.
- Stabil
Sebagian besar server internet
maupun intranet yang berbasis Linux
dapat berjalan selama beberapa tahun tanpa perlu di-restart). Ini membuktikan
kestabilan dari sebuah mesin linux.
Baiklah 3 hal tadi mungkin hanya
sebagian dari keunggulan linux, kita lanjut aja deh ke software tambahan di
sebuah mesin server linux yang namanya Samba.
Pertama kali saya mengenal Samba ini pikiran
saya menerawang ke tarian khas orang Brasil yaitu tarian Samba. Tapi Samba
disini adalah sebuah software yang membuat kita bisa sharing file antara
komputer client (windows) dengan server (linux). Biasanya dalam linux server
yang kita install paket samba ini juga sudah terinstall juga, namun kebiasaan
saya Samba yang di paket biasanya akan saya ganti dengan samba yang sudah
update. Contoh paketnya adalah sbb:
1.
samba-winbind-clients-3.5.10-125.el6.x86_64.rpm
2.
samba-common-3.5.10-125.el6.x86_64.rpm
3. samba-winbind-3.5.10-125.el6.x86_64.rpm
4. rpcbind-0.2.0-9.el6.x86_64.rpm
5. libsmbclient-3.5.10-125.el6.x86_64.rpm
6. samba-client-3.5.10-125.el6.x86_64.rpm
7. samba-3.5.10-125.el6.x86_64.rpm
8. xinetd-2.3.14-34.el6.x86_64.rpm
9. samba-swat-3.5.10-125.el6.x86_64.rpm
Kenapa saya pakai paket rpm ..?? karena rpm ini
adalah ”exe” nya linux yang artinya kalau kita males install pakai scrip
tinggal langsung di double click aja jalan deh ....... bagi yang ingin ribet
dikit kalau mau install pakai scrip biasa pakai perintah :
rpm –Uvh xxxx.rpm
contohnya : rpm –Uvh samba-winbind-clients-3.5.10-125.el6.x86_64.rpm
Just info perintah perintah di
linux sifatnya case sensitive alias harus diperhatikan huruf besar dan
kecilnya. Okay …saya anggap paket 1-9 diatas sudah terinstall semua sekarang
kita lanjut langkah2 nya :
1. Konfigurasi
User dan Group
Proses ini bisa dilakukan lewat GUI melalui
opsi System setting => Users and Groups. 2. Add User dan Samba Password
adduser hendro smbpasswd -a hendro
Masuk ke /etc/samba/samba.conf
Samba config file created using SWAT
# from UNKNOWN (127.0.0.1)
# Date: 2014/01/30 13:36:25
[global]
workgroup = LION
server string = Leopard
Server Version %v
interfaces = eth0, 192.168.10.168/24,
eth1, 192.168.10.169/24
bind interfaces only = Yes
security = SHARE
log file =
/var/log/samba/log.%m
max log size = 50
create mask = 01777
force create mode = 01777
security mask = 01777
force security mode = 01777
directory mask = 01777
force directory mode = 01777
directory security mask =
01777
force directory security mode
= 01777
wide links = Yes
follow symlinks = Yes
unix extension = No
[homes]
comment = Home Directories
read only = No
browseable = No
[printers]
comment = All Printers
path = /var/spool/samba
printable = Yes
browseable = No
[Homedir]
path = /
browsable = Yes
valid users = administrator
admin users = administrator
read list = administrator
write list = administrator
force user = administrator
force group = administrator
read only = No
available = Yes
[hendro]
path = /home/hendro/Document
valid users = hendro,administrator
admin users = hendro,administrator
read
list = hendro,administrator
write list = hendro,administrator
force user = hendro,administrator
force group = hendro,administrator
read only = No
available = Yes
Lewat console kita bisa ketikkan perintah :
mkdir /home/hendro/Document
chmod 1777 –R /home/hendro
chown
hendro:administrator –R /home/hendro
1.
httpd
2.
mdmonitor
3.
nmd
4.
rsync
5.
smb
6.
swat
7.
xinetd
6. Lanjut Restart Linux anda ...
Demikianlah
sekilas langkah sederhana menggunakan Samba pada linux server moga moga
berguna.

No comments:
Post a Comment