Thursday, April 3, 2014

Konfigurasi RAID pada RHEL 6

    
             Server berbasis linux sudah terkenal kehandalannya dan termasuk murah (karena gratisan ... :D) berikut saya akan sharing langkah langkah dalam mengkonfigurasikan RAID pada server linux yang sudah kita bangun. Buat yang kagak ngerti RAID bisa browsing dewe di mbah google deh ...

Jadi langsung aja deh step by step nya .....



Kebetulan linux yang aku pake adalah RHEL 6 karena memang dari dulu udah familiar and cocok dengan linux ini buat ngebangun server. Just info RAID yang akan kita gunakan adalah RAID 1 alias mirrorring, saran saya sebaiknya hardisk master dan target memiliki kapasitas yang sama.
Lanjuut ......pada waktu instalasi begitu kita telah memasuki section "storage installation" silahkan pilih opsi "Create Custom Layout" dilanjutkan dengan tombol next

Setelah memilih "create Custom Layout klik tombol next

Kita mulai membuat partisi pada hardisk utama (sda) kemudian pilih opsi  "Raid partition" kemudian dilanjutkan dengan tombol "Create" seperti pada gambar dibawah ini :

Pilih " Create Software Raid" dan centang pilihan Raid partition serta buat ukuran Raid nya. Pada instalasi ini saya membutuhkan sebuah partisi RAID 1 untuk boot dan LVM, jadi saya butuh untuk membuat ukuran partsis RAID yang tepat pada setiap hardisk untuk mengakomodasi kebutuhan.Ukuran partisi untuk boot harus 500 sehingga partisi boot dapat dibuat pada partisi RAID.





Langkah disamping adalah gambar pembuatan partisi boot pada hardisk 1 (sda). langkah yang sama dapat anda lakukan pada hardisk ke 2 (sdb) sehingga hasil akhirnya dapat dilihat pada gambar dibawa. Untuk sisa kapasitas hardisk yang lain lakukan juga proses yang sama sehingga Type masing masing partisi sekarang berubah menjadi "Software Raid"





Gambar disebelah menunjukkan keytika seluruh partisi telah berubah menjadi partisi RAID, Langkah selanjutnya adalah membuat moutpoint untuk masing masing partisi. Pilihlah Opsi "Raid Device" dan klik tombol "Create"









Enter mount point untuk /boot dengan type sistem file Ext4 dengan "raid device" Md0, RAID level RAID1 dan cek partisi yang menjadi member dari /boot.











Disini terlihat kapasitas /boot sebesar 500MB pada sda1 dibuat "bergandengan" dengan 500MB untuk /boot pada sdb1. Ulangi proses tadi untuk membentuk "Physical Volume" atau LVM.













Gambar proses pembuatan "Physical Volume" LVM dan kita dapat mendefinisikan group dengan meng klik tombol "Create"















Pilih Opsi LVM Group kemudian klik create.


















Setelah itu ubahlah nama kelompok volume yang anda inginkan kemudian klik Add.

















Setelah itu definisikan partisi "Swap". besarnya partsi Swap biasanya sebesar dua kali kapasitas memory, misalkan besarnya memory pada server anda adalah 4 gb maka besarnya partisi swap yang haris disiapkan adalah minimal 8GB.











Gambar disamping adalah besarnya partisi SWAP yang disiapkan. Setelah itu klik tombol "add" dan siapkan besarnya partisi untuk Root. Partisi Root ini harus berukuran agak besar karena memuat file file instalasi termasuk partisi /home (jika home tidak dipisah)













Pembuatan partisi root pada physical volume.

















 Instalasi dan pendefinisian RAID1 sekarang sudah selesai, kita dapat melakukan instalasi linux seperti biasanya.












 
Langkah langkah setelah instalasi  :

  1. Chek pada opsi Disk Utility, Tunggu proses singkronisasi antara 2 Hardisk selesai.
  2. Chek Konfigurasi /boot/grub/device.map
  3. Jika Benar konfigurasinya seharusnya  sbb:
# this device map was generated by anaconda
(hd0)     /dev/sda
(hd1)     /dev/sdb
  1. Agar HDD2 dapat booting pada saat HDD1 dicabut/Rusak :
Kita harus membuat perintah untuk copy image terlebih dahulu dengan cara:
 /boot/grub/grub.conf
title Linux (2.6.18-194.8.1.v5)
   root (hd0,0)
   kernel /vmlinuz-2.6.18-194.8.1.v5 ro root=/dev/md1
   initrd /initrd-2.6.18-194.8.1.v5.img
title Linux (2.6.18-194.8.1.v5)
   root (hd1,0)
   kernel /vmlinuz-2.6.18-194.8.1.v5 ro root=/dev/md1
   initrd /initrd-2.6.18-194.8.1.v5.img

Jadi tambahkan baris merah dengan memperhatikan letak hd0/hd1

  1. Lanjutkan dengan melakukan perintah klasik ini pada terminal :
grub   
root (hd1,0)
setup (hd1)
quit

Perintah ini dilakukan agar GRUB (MBR jika di windows) tercopy di Hardisk 2
Perhatikan letak hd yang ditulis merupakan hd yang akan di install grub nya

Jika sudah selesai coba cabut hardisk 1 anda dan lihat apakah RHEL dapat booting dan running seperti biasa Klo tidak ada aral melintang RHEL sudah dapat running seperti biasa.

Bagaimana Jika salah satu hardisk Rusak dan diganti dengan hardisk yang baru dan belum terformat ..??

Langkahnya :

    1. Jangan Panik
    2. Hardisk pengganti kapasitasnya harus sama atau lebih besar dari hardisk pertama.
    3. Asumsinya hardisk sda yang rusak :
Lakukan pengechekan skema partisi dari sdb
fdisk -l /dev/sdb
Disk /dev/sdb: 250.0 GB, 250059350016 bytes
255 heads, 63 sectors/track, 30401 cylinders
Units = cylinders of 16065 * 512 = 8225280 bytes

   Device Boot      Start         End      Blocks   Id  System
/dev/sdb1   *           1          25      200781   fd  Linux raid autodetect
/dev/sdb2              26       30401   243995220   fd  Linux raid autodetect
 
Dari data di atas kita dapat mengetahui bahwa:
- Partisi sdb1 dimulai dari cylinder 1 s/d 25, jenis partisinya adalah fd (Linux raid)
- Partisi sdb2 dimulai dari cylinder 26 s/d 30401, jenis partisinya adalah fd (Linux raid)

4.      Selanjutnya kita mempartisi hardisk yang kosong tersebut :
Pastikan hardisk baru benar2 tanpa partisi :
fdisk -l /dev/sda

Disk /dev/sda: 250.0 GB, 250059350016 bytes
255 heads, 63 sectors/track, 30401 cylinders
Units = cylinders of 16065 * 512 = 8225280 bytes

Disk /dev/sda doesn't contain a valid partition table

5.      Create and Mengcopy Partisi seperti partisi yang ada di sdb :

sfdisk –d /dev/sdb | sfdisk /dev/sda --force

jika anda memindahkan HDD2 yang baik ke port HDD1 otomatis akan terbaca sbagi sda dan hardisk baru terbaca sebagai sdb sehingga perintahnya tinggal di balik menjadi :

sfdisk –d /dev/sda | sfdisk /dev/sdb --force

6.      Kemudian chek apakah partisi yang terbentuk sudah sama :
fdisk -l /dev/sda
fdisk -l /dev/sdb

7.      [root@leopard~]# fdisk -l /dev/sda
Disk /dev/sda: 9100 MB, 9100044288 bytes
255 heads, 63 sectors/track, 1106 cylinders
Units = cylinders of 16065 * 512 = 8225280 bytes
   Device Boot      Start         End      Blocks   Id  System
/dev/sda1   *           1          13      104391   fd  Linux raid autodetect
/dev/sda2              14         211     1590435   82  Linux swap / Solaris
/dev/sda3             212        1106     7189087+  fd  Linux raid autodetect


[root@leopard~]# fdisk -l /dev/sdb
Disk /dev/sdb: 36.7 GB, 36703934464 bytes
255 heads, 63 sectors/track, 4462 cylinders
Units = cylinders of 16065 * 512 = 8225280 bytes
   Device Boot      Start         End      Blocks   Id  System
/dev/sdb1   *           1          13      104391   fd  Linux raid autodetect
/dev/sdb2              14         211     1590435   82  Linux swap / Solaris
/dev/sdb3             212        1106     7189087+  fd  Linux raid autodetect

Format partisi yang sdh kita buat :
mkfs.ext4 –j /dev/sdb1
mkfs.ext4 –j /dev/sdb2

Lalu Rejoint masing2 partisi
mdadm --manage /dev/md0 --add /dev/sdb1
mdadm --manage /dev/md1 --add /dev/sdb2

8.      Jika partisi sudah sama dilanjutan dengan proses attach device lewat menu storage device => edit component รจ Clik sda atau sdb dan langsung attach device, selanjutnya proses sinkronisasi akan berjalan.

9.      Jangan lupa lakukan langkah instalasi grub degan perintah :
grub   
root (hd1,0)
setup (hd1)
quit

** Ingat : hd0 atau hd1 menunjukkan posisi hardisk baru yang kita masukkan ke system RAID . Jangan sampai terbalik.


Instalasi Samba

File yang dibutuhkan :
1.      samba-winbind-clients-3.5.10-125.el6.x86_64.rpm
2.      samba-common-3.5.10-125.el6.x86_64.rpm
3.      samba-winbind-3.5.10-125.el6.x86_64.rpm
4.      rpcbind-0.2.0-9.el6.x86_64.rpm
5.      libsmbclient-3.5.10-125.el6.x86_64.rpm
6.      samba-client-3.5.10-125.el6.x86_64.rpm
7.      samba-3.5.10-125.el6.x86_64.rpm
8.      xinetd-2.3.14-34.el6.x86_64.rpm
9.      samba-swat-3.5.10-125.el6.x86_64.rpm

Lakukan penghapusan paket samba yang ada di server melalui menu System => Administration => Add Remove Software dengan memasukkan keyword samba.

Install seluruh paket samba sesuai dengan urutan

Setelah semua selesai aktifkan paket paket tersebut melalui service :

Adapaun paket yang diaktifkan adalah :
  1. httpd
  2. mdmonitor
  3. nmd
  4. rsync
  5. smb
  6. swat
  7. xinetd

khusus Rhel6 file /etc/selinux harus di edit
pada bagian selinux=enforcing diganti dengan selinux=disabled dkarenakan jika parameter ini tidak diganti nicaya kita tidak bisa membuka sharing definition yang sudah kita buat di samba.

Lanjut ke /etc/xinetd.d/swat

Hapus baris only form = local host atau 127.0.0.1.

Biar ngefek restart lah mesin linux anda.

Configurasi sharing definition :

Contohnya Brooooo :

# Samba config file created using SWAT
# from UNKNOWN (127.0.0.1)
# Date: 2014/01/30 13:36:25

[global]
      workgroup = LION
      server string = Leopard Server Version %v
      interfaces = eth0, 192.168.10.168/24, eth1, 192.168.10.169/24
      bind interfaces only = Yes
      security = SHARE
      log file = /var/log/samba/log.%m
      max log size = 50
      create mask = 01777
      force create mode = 01777
      security mask = 01777
      force security mode = 01777
      directory mask = 01777
      force directory mode = 01777
      directory security mask = 01777
      force directory security mode = 01777
      wide links = Yes
      follow symlinks = Yes
      unix extension = No

[homes]
      comment = Home Directories
      read only = No
      browseable = No

[printers]
      comment = All Printers
      path = /var/spool/samba
      printable = Yes
      browseable = No

[Homedir]
      path = /
      browsable = Yes
      valid users = administrator
      admin users = administrator
      read list = administrator
      write list = administrator
      force user = administrator
      force group = administrator
      read only = No
      available = Yes

[administrator]
      path = /home/administrator/Document
      valid users = administrator
      admin users = administrator
      read list = administrator
      write list = administrator
      force user = administrator
      force group = administrator
      read only = No
      available = Yes


  Jangan lupa bikin samba user, samba password serta user name dan group. Thanks




No comments:

Post a Comment

GUNDUL-GUNDUL PACUL (karya Sunan Kalijaga) .

Gundul-gundul pacul-cul, gembelengan. Nyunggi-nyunggi wakul-kul, gembelengan. Wakul ngglimpang segane dadi saklatar. Wakul ngglimpang...